Mau Tahu Seberapa Cepat Rambut Tumbuh?

Rambut Rontok

Rambut Rontok

Bingung mengapa rambut Anda tak kunjung panjang?

Tingkat rata-rata pertumbuhan rambut manusia adalah 15 cm per tahunnya. Namun, menurut sebagian besar penelitian, pertumbuhan rambut manusia tidak hanya dikenal dari gen ras saja, tetapi juga kepadatan, sudut pertumbuhan rambut, dan lain sebagainya.

Dilansir LiveScience.com, sebuah studi pada 2005 di International Journal of Dermatology menemukan perbedaan ras meningkatkan pertumbuhan rambut. Rambut orang Asia tumbuh lebih cepat dibandingkan ras lainnya. Sementara, rambut orang Afrika pertumbuhannya paling lambat.

Tingkat pertumbuhan rambut rata-rata wanita di Asia hampir 15 cm per tahunnya. Sedangkan wanita di Afrika hanya tumbuh 10 cm per tahunnya. Berbeda lagi dengan wanita Kaukasia, pertumbuhan rambut rata-rata adalah 13 cm.

Para peneliti juga menemukan bahwa rambut tumbuh lebih cepat di musim panas, karena perubahan pola makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran. Paparan radiasi UV dan pergerseran hormon juga cukup mempengaruhi tingkat pertumbuhan rambut.

Tips rambut tumbuh lebih cepat

  • Pakai pelindung rambut saat bepergian atau beraktivitas di bawah sinar matahari. Terlalu banyak mendapatkan paparan sinar matahari, rambut pertumbuhan rambut akan lama.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Berolahraga dengan rutin agar hormon seimbang.

SUmber: Vemale

Tips Merawat Rambut Agar Tidak Rontok

Ladies, Rambut panjang dan indah selalu diimpikan oleh para wanita. Namun jangan disangka mudah. Kebanyakan orang yang memiliki rambut panjang bermasalah dengan rambut rontok.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi rambut rontok :

1. Saat bangun tidur di pagi hari, janganlah tergesa-gesa menyisir rambut. Sisirlah rambut dengan jari jemari tangan untuk mengurai rambut yang kusut.

2. Sebelum keramas, sisir rambut terlebih dahulu. Demikian pula saat rambut masih dalam keadaan basah dan diberi conditioner. Menyisir rambut dalam keadaan demikian, bisa menghindari kusut.

3. Saat penggunaan conditioner dan bahan perawatan lainnya, cukup diaplikasikan di batang dan ujung rambut. Karena memang di bagian itu yang paling membutuhkan, bukan di kulit kepala.

4. Penggunaan hair dryer dengan suhu yang terlalu panas dan jarak dengan rambut yang terlalu dekat.

5. Jika anda sering memakai catok atau hairdryer, maka pakailah serum rambut yang khusus diformulasikan sebagai pelindung rambut dari panas berbagai alat hair styling. Pemakaian serum juga sangat diperlukan untuk melindungi rambut dari berbagai polusi dan efek buruk dari sinar matahari.

6. Bebaskan rambut anda ketika tidur dan jangan mengikat rambut terlalu kencang serta hindari mengikat rambut saat berkeringat.

7. Gunakan masker rambut dari bahan alami yang terbuat dari beberapa jenis buah-buahan. Pilihlah masker rambut dari bahan alami, seperti minyak zaitun, buah alpukat, madu, minyak essensial dsb.

Makanan yang kaya protein dan zat besi seperti ikan ,bit dan hati dapat membantu memperkuat batang rambut sehingga dapat  mengurangi kerontokan pada rambut.selain makan-makanan yang kaya protein dan zat besi di anjurkan pula untuk mengkonsumsi buahan-buahan yang mengandung vitamin C karena vitamin C dapat membatu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Selain 2 makan-makanan di atas sangat di anjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti alpukat, kacang-kacangan dan minyak zaitun karena makanan yang mengandung vitamin E dapat memberikan efek positif pada kulit dan rambut. Kedelai juga mengandung mineral berharga yang dapat membantu dalam pertumbuhan rambut sehat.

Oat tak hanya mengandung banyak serat yang baik untuk sistem pencernaan, namun juga mengandung vitamin dan mineral yang banyak seperti zinc, zat besi, dan asam lemak omega-6. Asam lemak omega-6 diketahui penting untuk menjaga kulit tetap sehat, serta menjaga perkembangan rambut.

Produk susu yang rendah lemak seperti susu skim atau yogurt bisa jadi sumber kalsium dan mineral yang penting untuk pertumbuhan rambut. Mengonsumsi yogurt dan keju bisa membantu menangkal kerontokan rambut.

Sumber vemale

6 Cara Praktis Menghindari Kerontokan Rambut

Kerontokan rambut menakutkan untuk wanita. Padahal banyak kebiasaan sehari-hari kita yang buruk adalah penyebabnya. Selain faktor stres dan hormonal, kebiasaan buruk itu antara lain: mengikat rambut terlalu kuat, terlalu sering menyasak rambut, serta penggunaan hair spray dan hair dryer berlebihan. Ada 6 cara praktis menghindari kerontokan rambut yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

1. Bijak menggunakan alat styling rambut

Sebisa mungkin, biarkan rambut mengering secara alami setelah mencuci rambut. Bila ingin melakukan blow dry, berikan nutrisi tambahan dari luar yang dapat melindungi rambut dari suhu panas berlebih. Gunakan panas minimal atau pastikan jarak minimal 15 cm dari rambut. Usahakan hair dryer tetap bergerak untuk mencegah panas yang terkonsentrasi pada satu titik. Hindari penggunaan alat catok yang terlalu sering. Gunakan maksimal 2-3 kali dalam seminggu, supaya rambut dapat beristirahat dan bebas stres.

2. Say yes to conditioner

Rambut rontok sering disebabkan oleh rambut kusut yang disisir terlalu keras. Untuk menghindari rambut kusut, gunakan conditioner sehabis memakai shampo. Pastikan mengaplikasikan conditioner khusus kulit kepala dari kulit kepala hingga ujung rambut.

3. Nutrisi dari dalam

Minimnya konsumsi sayuran dan diet terlalu ketat merupakan faktor utama mudahnya batang rambut lepas dari akar. Pilih buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan,   vitamin C dan A, juga bioflavonoid, seperti brokoli, wortel, serta buah jeruk, lemon, blueberry, dan cherry.  Makanan dengan kandungan protein  dan zinc yang tinggi dari hewan laut juga  mampu menjaga kualitas nutrisi pada akar dan batang rambut.

4. Aplikasikan produk styling yang benar

Agar tataan rambut lebih tahan lama, kita sering menggunakan hair spray, wax, atau gel. Namun, sudah tahukah bahwa produk styling tersebut dapat membuat rambut menjadi rontok ? Untuk menghindarinya, pastikan produk tidak menyentuh kulit kepala, karena bisa menutup kutikula rambut yang mengakibatkan terhambatnya distribusi nutrisi. Cuci rambut hingga bersih –terutama pada kulit kepala– setelah menggunakan produk styling, agar kotoran tidak bertumpuk  dan menempel pada kulit dan batang rambut, Hindari terlalu sering kontak dengan bahan kimia, karena dapat menyebabkan trauma pada rambut dan membuatnya mudah rapuh dan patah.

5. Perlindungan lebih dari matahari dan polusi

Sama halnya dengan tubuh, paparan sinar UV yang terlalu sering dan kuat akan menyebabkan kulit kepala terbakar. Kondisi ini akan mengganggu proses pertumbuhan rambut. Gunakan topi dan payung untuk aktivitas yang memungkinkan terkena panas matahari langsung. Hindari asap rokok berlebih. Selain tidak baik bagi kesehatan, residu kimia dari asap rokok yang menumpuk pada kulit kepala bersama dengan keringat dan sebum dapat menyebabkan gatal.

6. Perawatan khusus

Beri perawatan khusus, seperti ritual masker, minimal satu kali dalam sebulan, Aplikasikan masker pada kulit kepala dan batang rambut sambil beri pijatan lembut. Selain memberikan asupan nutrisi dari luar, juga melancarkan sirkulasi darah serta memberikan kesempatan bagi kulit dan batang rambut untuk bernapas. Pilih masker sesuai dengan kondisi dan jenis rambut. Jangan lupa, cuci bersih sisa masker pada rambut agar tidak menumpuk di kulit kepala.

Benarkah Mewarnai Rambut Membuat Rontok?

Banyak mitos tentang kecantikan beredar. Mungkin ada yang benar, mungkin juga ada yang hanya mitos. Salah satu mitos yang beredar bahwa proses pewarnaan dan pengeritingan rambut bisa menyebabkan kerontokan. Benarkah?

Sebab utama dari kerontokan adalah faktor nutrisi dan hormon yang tidak seimbang. Produk pewarna rambut yang ada di pasaran (baik yang digunakan di salon atau di rumah), biasanya sudah dilengkapi dengan aneka vitamin serta conditioner yang mampu melindungi rambut dari kerusakan dan mencegah kerontokan.

Kesalahan yang sering dilakukan adalah pewarnaan atau pengeritingan terlalu sering sehingga rambut jadi tidak sehat, kering, kusam, serta patah. Tapi, hal ini tidak membuat rambut jadi rontok. Demikian pula dengan proses pengeritingan rambut. Bila dilakukan terlalu sering memang bisa membuat rambut menjadi tidak sehat, tapi tidak akan membuatnya menjadi rontok.

Seluk Beluk Rambut dan Kerontokan Part 3

Penyebab Kerontokan Rambut dan Kebotakan

  • Sakit, setelah operasi, atau kemoterapi bisa menyebabkan rambut anda rontok dalam jumlah yang cukup banyak, bahkan rambut anda menjadi rapuh.
  • Stress, dengan intensitas yang sering bisa mempengaruhi metabolisme rambut kita dan pada akhirnya bisa terjadi kerontokan bahkan kebotakan.
  • Karena melahirkan, pada wanita hamil, biasanya rambutnya rontok karena banyak asam amino dan protein yang dibutuhkan rambut jadi berkurang pasokannya, karena terserap oleh janin / bayi, sehingga rambut kita rontok.
  • Obat, ada beberapa obat yang bisa menyebabkan kerontokan rambut bahkan penyebab kebotakan, seperti obat jantung, obat hipertensi, obat anti hamil / obat kontrasepsi, bahkan vitamin A yang terlalu banyak bisa jadi penyebabnya.
  • Sebab hormonal, kerontokan dan kebotakan yang diebabkan hormone bisa terjadi pada pria atau wanita. Biasanya jika kelenjar tiroid tidak normal, akan berpengaruh pada hormone androgen dan estrogen, sehingga menyebabkan terjadinya DHT Dehidrotestosteron, yang menyerang folikel rambut.
  • Bahan kimia pada rambut juga menjadi penyebab utama kerusakan dan kerontokan rambut, seperti zat pewarna rambut, pelurus, atau sejenisnya.
  • Perlakuan rambut secara kasar, seperti rambut diikat dengan keras dan waktu yang lama, atau sering menggunakan roll keriting menyebabkan terjadinya stress pada rambut, pada akhirnya jika tidak kuat akan rontok.
  • Rokok, selain memang terbukti tidak baik untuk kesehatan tubuh, tenyata bisa berdampak langsung memicu kerontokan rambut.

Seluk Beluk Rambut dan Kerontokan Part 2

Fakta Rambut

  • Rata-rata manusia memiliki 100 ribu – 130 ribu folikel (akar) rambut.
  • 40% kerontokan rambut pada wanita di karenakan terjadi karma factor menopause, dan 30% kerontokan pada pria di mulai karena factor usia diatas 55 tahun.
  • 85% orang sering tidak merasa baha telah terjadi penipisan pada rambutnya, dan sering kali terjadi, sudah terlambat untuk diobati.
  • Panjang maksimal dari rambut manusia adalah 70 -90 cm.
  • Pertumbuhan rambut wanita lebih lambatdari rambut pria.
  • Kekuatan rambut dalam menahan beban adalah 100 gram, atau seberat sebatang permen coklat.
  • Rambut manusia lebih cepat berkembang atau subur dalam iklim yang hangat.
  • Faktor usia penuaan akan memperlambat perkembangna rambut, dan mengurangi kesuburan.
  • Rambut anda akan ikut stress jika anda stress.

Seluk Beluk Rambut dan Kerontokan Part 1

Bangun pagi rambut anda banyak bertebaran di atas bantal, begitu pun saat keramas banyak rambut yang rontok, apalagi di sisir anda selalu tertinggal banyak rambut yang rontok, lalu jika dilihat rambut anda makin menipis dan garis rambut pun semakin mundur kebelakang. Apakah gerangan yang terjadi?Dan wajarkah hal ini terjadi?

Sebelum anda panik, ada baiknya kita kenali lebih dalam tentang mahkota manusia ini.

Siklus Pertumbuhan Rambut

Kerontokan rambut sebenarnya hal yang normal karena rambut memiliki siklus hidup sendiri. Yang perlu diwaspadai adalah jika kerontokan terjadi berkepanjangan, dengan jumlah rambut yang rontok melebihi 100 helai per hari.

Sehelai rambut dapat bertahan tumbuh 3-5 tahun di kulit kepala yang sehat. Pada satu pori kulit kepala, rata-rata akan terjadi proses regenerasi pertumbuhan rambut hingga sebanyak 20 kali. Rambut tumbuh dan bertambah panjang kurang lebih 12 mm dalam kurun waktu satu bulan. Jika tidak mengalami pemotongan, rambut tersebut akan terus tumbuh hingga sepanjang 107 cm, sebelum rontok dan mengalami pertumbuhan baru pada pori yang sama.

Dalam ‘hidupnya’, setiap batang rambut akan melewati 3 tahap pertumbuhan. Pertama, fase anagen, di mana rambut secara aktif tumbuh dan bertambah panjang. Fase ini berlangsung kira-kira 3-5 tahun. Fase kedua adalah katagen. Pada fase yang berlangsung antara 3-4 minggu ini, pertumbuhan sel-sel rambut secara perlahan mulai melambat sebelum akhirnya berhenti. Fase ketiga disebut sebagai fase telogen. Folikel rambut mengecil dan bergerak lepas ke permukaan kulit kepala. Proses ini berlangsung selama 3-4 bulan. Setelah melewati ketiga fase ini, rambut baru akan tumbuh lagi untuk menggantikan yang sudah rontok. Siklus pertumbuhan ini memakan waktu hingga 4 tahun, dan dapat berulang sebanyak 25 kali.

Kenapa Sih Rambut Bisa Rontok?

Rambut Rontok

Rambut Rontok

Mempunyai rambut yang tipis atau bahkan botak bisa jadi merupakan sesuatu yang buruk bagi sebagian orang, apalagi bagi wanita. Apalagi jika rambut botak yang kita miliki tersebut tidak terjadi karena keinginan kita, namun terjadi entah karena rambut yang rontok berlebihan, karena pengaruh usia, atau karena pengaruh penyakit tertentu.

menyuburkan rambut

Kebotakan pada rambut sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Namun, kebotakan rambut paling banyak terjadi pada pria yang sudah berusia dewasa, meskipun tidak menutup kemungkinan rambut botak bisa terjadi pada wanita atau remaja. Rambut yang botak serta tidak subur sendiri terjadi karena ditimbulkan oleh beberapa sebab, diantaranya:

Pengaruh Usia. Semakin tua umur seseorang tentu saja rambutnya akan tumbuh semakin melambat dan juga semakin tidak subur sehingga akan lebih mudah mengalami kebotakan.
Kekurangan Nutrisi. Seseorang yang kurang mengkonsumsi protein dan mineral cenderung akan lebih mudah mengalami kerusakan rambut dan kebotakan.
Rambut Rontok. Jika didiamkan terlalu lama, masalah kecil seperti rambut rontok bisa menimbulkan masalah lain yang lebih serius seperti kebotakan. Rambut rontok sendiri bisa terjadi kerena beberapa sebab (selengkapnya: Penyebab Rambut Rontok).
Pengaruh Penyakit Tertentu. Masalah rambut botak dan tumbuh tidak subur juga sering kali dikeluhkan oleh beberapa penderita penyakit lupus dan diabetes.
Pengaruh Obat-Obatan. Selain karena pengaruh penyakit, obat-obatan yang kita konsumsi juga bisa memiliki efek samping bagi pertumbuhan rambut. Kemoterapi adalah pengobatan terhadap kanker yang tak jarang memiliki efek samping membuat rambut menjadi botak.

Masalah rambut rontok harus bisa anda bedakan dengan masalah kebotakan, karena meskipun terlihat sama, namun sebenarnya keduanya sangatlah berbeda. Pada rambut rontok biasa, rambut akan tetap tumbuh walaupun jumlahnya terus berkurang. Sedangkan pada kebotakan, salah satu tandanya adalah rambut yang mulai menjadi tidak subur lagi. Namun yang perlu diingat, rambut rontok secara berlebihan adalah salah satu tanda dari kebotakan.

Faktor Penyebab Kebotakan Rambut Pada Pria

Kebotakan adalah salah satu musuh terbesar bagi pria terutama yang sudah menginjak usia 40-an keatas. Penipisan rambut dan kebotakan memang bukan hanya masalah pria karena faktanya wanita juga bisa mengalami mimpi buruk ini, meskipun sangat jarang.

Selain dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri, proses kebotakan kadang juga disertai dengan iritasi kulit kepala yang sangat mengganggu yang kadang membuat penderitanya terus-menerus menggaruk kepala.

Kebotakan rambut memang tidak bisa dihindarkan pada beberapa orang karena kebotakan merupakan salah satu proses penuaan yang dialami oleh tubuh manusia. Proses kebotakan sendiri biasanya dimulai dari rambut bagian depan yang perlahan-lahan menipis kemudian berlanjut ke bagian tengah rambut. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai orang yang hanya botak dibagian depan kepalanya saja.

Apa Penyebab Utama Kebotakan?

Sebenarnya ada banyak sekali faktor yang bisa menjadi penyebab kebotakan rambut pada pria, mulai dari faktor genetik, usia, makanan, ataupun infeksi penyakit. Meskipun faktor penyebab kebotakan bisa sangat beragam, namun secara umum hormon Dihydrotestosterone (DHT) adalah senyawa kimia yang dianggap paling bertanggungjawab terhadap hampir semua masalah kebotakan pada pria.

Lalu apa itu hormon Dihydrotestosterone (DHT)? DHT adalah salah satu turunan dari hormon testosteron yang hanya diproduksi oleh tubuh pria. Dalam kondisi tertentu, tubuh akan memproduksi hormon ini secara berlebihan. Produksi DHT yang berlebihan kemudian berefek kepada mengecilnya folikel (akar rambut) yang menyebabkan rambut menjadi mudah rontok. Kepala bagian depan adalah bagian yang paling sensitif terhadap hormon DHT, itulah mengapa kebotakan rambut hampir selalu dimulai dari bagian ini.

Beberapa Faktor Penyebab Kebotakan Pada Pria

Diatas tadi sudah dijelaskan mengenai hormon DHT, yang menjadi faktor primer penyebab rambut botak pada pria. Selain faktor primer diatas, kebotakan juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor sekunder lain seperti faktor nutrisi, genetis, pengaruh obat-obatan, stress, dll. Beberapa poin penyebab kebotakan berikut ini harus anda perhatikan khususnya bagi anda penderita kebotakan yang masih berusia dibawah 40 tahun.

Rambut Kurang Nutrisi
Nutrisi mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kesehatan rambut. Jika tubuh mengkonsumsi nutrisi yang seimbang, maka kesehatan rambut pun juga akan tetap terjaga. Nutrisi sangat sangat penting artinya bagi kesehatan rambut karena hampir setiap jamnya sel-sel rambut terus mengalami regenerasi dimana sel-sel yang sudah rusak akan digantikan dengan tumbuhnya sel rambut baru.

Pada proses regenerasi inilah nutrisi, terutama vitamin, mineral, serta protein sangat dibutuhkan oleh rambut. Serat-serat rambut sendiri tersusun atas protein padat yang disebut dengan keratin. Jika tubuh kekurangan protein, maka proses pertumbuhan rambut pun juga akan terganggu.

Untuk mencukupi nutrisi rambut sehari-hari, dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi sayur-sayuran hijau serta kacang-kacangan yang mengandung banyak mineral zinc dan vitamin B. Konsumsi juga makanan yang mengandung cukup antioksidan seperti buah-buahan karena antioksidan dapat berfungsi untuk menghambat produksi hormon DHT yang berlebihan.

Stress
Stress adalah salah satu penyebab utama kebotakan dan kerontokan rambut yang dialami oleh pria muda. Stress sendiri adalah salah satu penyebab tidak normalnya produksi hormon dalam tubuh. Folikel-folikel rambut yang sangat sensitif akan dengan cepat bereaksi terhadap ketidaknormalan hormonal ini yang salah satu akibatnya adalah terjadinya rambut rontok.

Untuk itu, sebisa mungkin hindari stress dan lakukan relaksasi yang cukup agar mental anda tidak terlalu tertakan. Apalagi tuntutan kerja saat ini yang menyebabkan meningkatnya tingkat stress terutama pada masyarakat perkotaan.

Pengaruh Obat-obatan
Pengobatan medis seperti kemoterapi, antidepresan, serta pengencer darah ternyata punya pengaruh yang cukup besar terhadap kesuburan rambut.

Selain obat-obatan untuk keperluan medis, produk-produk perawatan kecantikan rambut seperti shampo, serum, serta masker rambut juga dapat menyebabkan kebotakan. Tidak semua jenis produk perawatan rambut bisa cocok untuk jenis kulit kepala anda. Jika kandungan bahan kimia yang terkandung dalam produk-produk perawatan tersebut terlalu keras bagi kulit kepala anda, akibatnya akan timbul iritasi.

Iritasi yang timbul sendiri bisa beranekaragam, dari mulai iritasi ringan seperti gatal-gatal, hingga iritasi berat seperti kulit kepala yang mengelupas dan memerah. Untuk kasus kebotakan karena pengaruh obat-obatan ini, sebaiknya konsultasikanlah kepada dokter untuk mencari jalan keluarnya.

Faktor Keturunan
Faktor keturunan (genetis) juga bisa menjadi penyebab munculnya kebotakan rambut. Jika orangtua mengalami kebotakan, maka anak juga akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami kebotakan. Salah satu cara terbaik untuk mencegah timbulnya kebotakan akibat faktor turunan ini adalah dengan melacak riwayat anggota keluarga.

Jika ditemukan salah satu anggota keluarga ada yang mengalami kebotakan, maka sebaiknya lakukanlah tindakan pencegahan secepatnya. Kebotakan akibat faktor genetis ini bisasnya tidak memandang usia penderita. Bahkan di usia 20-an pun bisa mengalami kebotakan karena keturunan. Pemberian serum dan obat-obatan yang sudah direkomendasikan oleh tenaga medis dapat dilakukan untuk mengatasi kebotakan yang belum terlalu parah.

Simak Ini Untuk Cegah Rambut Rontok

Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar rambut anda terhindar dari kerontokan yang berlebihan.

Hindari Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Bagi anda pemilik rambut panjang, mungkin anda sering mengikat rambut anda agar tidak mengganggu. Namun satu hal perlu diperhatikan adalah jangan mengikat rambut terlalu kencang karena akan berdampak pada kekuatan rambut anda. Mengikat rambut terlalu kencang akan membuat rambut tertarik dari akarnya sehingga lama-kelamaan akan rontok. Selain itu hindari juga mengikat rambut saat rambut masih basah untuk menghindari kerontokan.

Gunakan Pelindung Kepala Saat Berenang
Air di kolam renang umum kadang-kadang mengandung beberapa zat kimia yang dapat merusak rambut anda, salah satunya adalah kaporit. Kaporit adalah bahan penjernih air yang bersifat asam yang dapat membuat rambut menjadi kering dan rapuh. Untuk itu, disarankan untuk mengenakan pelindung kepala saat berenang di kolam renang umum agar dampak kerusakan dari kaporit tidak terlalu besar. Jangan lupa juga untuk selalu membilas rambut dengan air bersih seusai berenang.

Hindari Menyisir Saat Rambut Basah
Rambut yang basah akan cenderung lebih mudah rontok, jadi jangan terburu-buru menyisir rambut anda saat masih dalam keadaan basah. Kalaupun terpaksa harus menggunakan sisir, sebaiknya gunakanlah sisir yang memiliki gerigi yang lebar agar tidak menarik rambut terlalu keras. Hindari juga mengeringkan rambut dengan cara menggosok-gosokkannya pada handuk, lebih baik diamkan rambut anda kering dengan sendirinya.

Perhatikan Produk Perawatan Rambut Anda
Produk perawatan rambut yang anda gunakan bisa jadi merupakan penyebab utama masalah rambut yang anda alami. Hal tersebut dikarenakan bahan-bahan yang terkandung dalam produk-produk tersebut belum tentu sesuai dengan jenis rambut anda. Untuk berjaga-jaga, lebih baik selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai produk perawatan rambut yang akan anda gunakan.